23
May
11

DICARI : RUMAH DOA TEMPAT BERTUMBUH BERSAMA

KHOTBAH MINGGU JUBILATE TANGGAL 22 MEI 2011
NATS EVANGGELIUM: Matius 21: 14 – 22

1. Bila kita membaca Perikop ini secara keseluruhan, saya percaya ketika hal ini terjadi, tentu peristiwa ini sangat mengejutkan bagi murid-muridNYA. Karena, mereka tahu betul Yesus adalah pribadi yg lembut, Yesus adalah pribadi yg baik, Yesus adalah pribadi yg menolong dan memberkati banyak orang. Orang buta disembuhkannya, orang lumpuh disuruhnya berjalan, Ibu yg anaknya mati di pintu kota Naim dibangkitkannya, orang-orang yg lapar diberinya makan.
Tetapi suatu hari, tiba-tiba ketika Yesus dan murid-muridNya masuk bait Allah, terjadi peristiwa yang tidak seperti biasanya. Biasanya Yesus masuk bait Allah Ia mengajar dan berdoa di sana. Tetapi, hari ini Yesus masuk ke bait Allah dengan cara yg sangat berbeda. Yesus mengusir semua orang, Dia tendang meja-meja di sana, Dia balikkan meja-meja penukar uang, Yesus tendang bangku-bangku pedagang burung merpati. Dan Yesus berkata,”…Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan, saya bisa bayangkan apa yg ada di dalam pikiran murid-murid pada waktu itu. Murid-murid mungkin terkejut dan berkata, satu sama lain dan berkata,”Ada apa-ada apa?” Kenapa Yesus begitu marah. Tetapi dari sini kita bisa melihat intinya bahwa “bait Allah perlu kembali disucikan, kalau tidak bait Allah akan kehilangan arti yg sebenarnya, bait Allah akan kehilangan makna dan tujuan yg sebenarnya.” Untuk apa bait Allah itu ada? Jawabnya untuk menjadi Rumah Doa dan rumah kesembuhan bagi umat.

Jemaat terkasih, Bait Allah ada 3 gambaran tentang bait Allah:
a. Bait Allah adalah tempat di mana Allah ada.
b. Gereja adalah bait Allah : Karena gereja adalah tempat di mana Allah berdiam, Kepala gereja adalah Yesus sendiri. Yang menjadi kepala dalam gereja bukanlah Pendeta atau penatua. Tetapi Allahlah yg harus mengatur. Kalau orang yg paling banyak menyumbang kepada gereja, kemudian dialah yg mengatur gereja, Kalaulah ada orang yg paling berjasa di dalam gereja, kemudian dialah yg mengatur gereja, maka gereja sudah kehilangan arti yg sebenarnya.
Gereja harus kembali, tempat dimana Allah yg mengatur. Pendeta dan penatua harus diatur oleh Tuhan, sehingga gereja dapat dipenuhi oleh damai sejahtera.
Gereja yg sebenarnya adalah tempat dimana Allah berdiam, tempat dimana Allah mengatur, Allah menguasai, dan jemaat pelayan Tuhan adalah orang-orang yg melayani Tuhan. Orang yg diatur oleh Tuhan. Ini, adalah orang-orang yg perlu untuk disucikan.

c. Tubuh kita juga merupakan bait Allah.

Untuk apa Bait Allah dibangun? Yesus katakan,”Rumahku ini harus disebut Rumah Doa, dan tidak boleh dijadikan sarang penyamun. Pertanyaan relevansi, bagaimana dengan Gereja sebagai Bait Allah dan kita secara pribadi sebagai mahluk “Bait Allah”. Apakah Gereja tetap menjadi rumah doa atau justru sarang penyamun. Jangan pernah terjadi Bait Allah menjadi tempat mencari keuntungan dengan cara duniawi. Rumah Ibadah, Tubuh sebagai ciptaan Tuhan jangan dijadikan menjadi tempat “mencari rezeki”. Tuhan mau agar kita tdk hanya mencari keuntungan dlm beriman pada Tuhan, tp kebalikkannya, Tuhan mau agar kita berkorban dalam ibadah, baik berkorban waktu, pikiran, maupun tenaga, bahkan berkorban harta. TUhan tdk mau ibadah kita hanya untuk mencari untung/dijadikan bisnis saja atau kita berprinsip datang ibadah itu hanya untuk diberkati.

Untuk apa tubuh kita ini? Kita telah ditebus oleh darah Yesus. Seringkali tubuh kita ini hanya dipakai untuk kepentingan diri kita sendiri, tubuh kita hanya dipakai untuk kesenangan dosa, sehingga jatuh dalam berbagai cobaan.
Saya kuatir, banyak orang yg mengaku mengasihi Tuhan, tetapi kehilangan Visi. Dia mengasihi Tuhan sejauh Tuhan menyembuhkan fisiknya, sejauh Tuhan masih memberkati dia, sejauh Tuhan masih mendengar doanya. Tetapi, saat dia menghadapi badai dan masa-masa yg sukar, Ia berkata,”Tuhan, saya engga kuat kalau saya harus begini terus.” Tetapi bila ia memiliki visi untuk menyenangkan hati Tuhan, maka meskipun cobaan dan tantangan datang, ia akan tegar menghadapinya.

Bait Allah dapat disucikan dengan kasih yg sejati. Ini terlihat diayat selanjutnya : Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Kenapa Yesus mengusir pedagang merpati? Supaya, kesembuhan dapat kembali mengalir di bait Allah. Orang-orang yang diabaikan selama ini di Bait Allah yaitu mereka yang buta dan timpang kembali dating ke Bait Allah yang telah disucikan, dan ketika itulah mereka menemukan kesembuhan. Memang ketika Gereja hanya mencari keuntungan baik oleh oknum atau institusi, maka banyak orang yang terabaikan, Gereja tidak lagi menjadi tempat kesembuha, tempat berkat. Karna itu perlu tetap penyucian Gereja baik secara institusi atau pribadi agar berkat Tuhan mengalir.
Ketika semua hal yang salah telah diusir dari Bait Allah maka berkat Tuhan akan mengalir. Sesudah menyucikan, Tuhan mengadakan pemulihan, dengan mengadakan mujizat, orang buta dicelikkan. Ini bisa kita relevansikan, bisa saja kitalah orang yang “buta” yg perlu dicelikkan. Kita memang tdk buta secara jasmani, tp Tuhan mau mencelikkan mata rohani kita ini agar lbh mengerti lg tentang rahasia Firman. Tuhan jg memulihkan orang timpang, bagi kita Tuhan mau memulihkan agar kita tdk timpang secara rohani, agar kita ini bs berdiri teguh atas Firman Tuhan,,tdk goyah menghadapi apapun jg.

2. Namun ada yg jengkel ketika Tuhan mengadakan mujizat dan penyucian. Itulah orang Farisi dan imam kepala. Jgn sampai kita bersifat seperti mereka. Mungkin kita tdk membenci, tp perasaan hati yg jengkel thd orang-orang yg melakukan pelayanan, kebaikan, itu tdk dpt dibenarkan di hadapan Tuhan. Kemudian, dalah hal pelayanan memang tidak mudah, banyak karya pelayanan baik dari jemaat dan parhalado sering dianggap miring dan dicerca oknum lain, karena itu bersabarlah dan tetap berkiblat pada teladan Yesus.

3. Bagian berikutnya kita baca dalam Nats bahwa dalam perjalanan Yesus berikutnya, Yesus melihat pohon ara dipinggir jalan dan Yesus mendekatinya dengan tujuan untuk mengambil buah pohon ara. Yesus juga merasa lapar, Yesus lapar karena begitu pagi dia berangkat keluar kota dan bermalam di Betania + 3 km dari Yerusalem (Yoh : 18) jarak yang lumayan jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Kemanusiaan Yesus merasa lapar. Tapi Yesus sangat terkejut saat mengetahui bahwa pohon ara tersebut tidak berbuah, sehingga Yesus mengutuk pohon ara tidak akan berbuah selamanya.
Penekanan tindakan Yesus ini adalah agar setiap umat percaya semakin berbuah oleh imannya. Akan tetapi sering sekali seseorang sudah lama menjadi Kristen, Gereja yang telah berumu puluhan tahun, sering kurang menampakkan buahnya. Begitu banyak orang yang berharap mendapat buah-buah kebaikan tetapi tidak memberi diri untuk topangan buah yang baik.
Upacara-upacara keagamaan tidak lagi jaminan apakah hatinya berbuah baik dan berkwalitas.Upah dosa adalah kematian, memang itulah yang sedang terjadi. Tidak bisa tawar menawar. Sebab Tuhan bukan barang yang bisa ditawar menawar. Karena itu ketika masih ada kehidupan, masih ada waktu mari semakin bertumbuh dan berbuah kepada Kristus, jangan sampai kita kemudian dikutuk Allah untuk “kering” dan tidak akan pernah berbuah lagi.

4. Allah tidak ingin jika kita hanya menjadi “pengunjung” gereja yang rajin dan setia, tetapi Ia mau menjadikan kita sebagai rumah doa-Nya! Dimana hidup kita menjadi tempat diaman Allah akan mencurahkan isi hati-Nya dan rencana-Nya. Menjadi orang yang berdoa bagi orang lain! Berdoa adalah nafas orang percaya merupakan kalimat yang tidak asing lagi bagi kita semua. Yesus sendiri. “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yak 5:16.
Alkitab jelas berkata kepada kita,”Jika Allah di pihak kita, tidak ada yg dapat melawan kita.” Kenapa kita tidak perlu takut untuk apapun karena apapun yg terjadi, Tuhan sediakan kebaikan buat kita. Tuhan biarkan sesuatu terjadi untuk melatih dan mendewasakan kita dan membawa kita agar lebih dekat pada Tuhan.
Tuhan Yesus berkata, bahwa Orang percaya disediakan segala-galanya oleh Tuhan. Dan kuasa yg kita perlukan dalam hidup kita adalah :Iman : Bila engkau minta tanpa iman, maka engkau tidak akan meraihnya (baca Yak. 1 : 1-8).

Penutup : Kaitan Nats dengan Minggu ini adalah minggu Kantate = pujilah Allah dalam kehidupan kita tidak hanya melalui mulut kita tapi perbuatan kita.

20 Mei 2011, Pdt. Happy Pakpahan
HKI Resort Bandar Lampung


0 Responses to “DICARI : RUMAH DOA TEMPAT BERTUMBUH BERSAMA”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: